Jumat, 04 Januari 2019

Resolusi 2019 |Memulai melihat dari sisi pandang lain|

WAKTU



  Bicara soal waktu, waktu bukanlah sekedar menit detik ataupun jam yang berdetak dan berputar melingkar, walau memang pada dasarnya waktu hanyalah angka berulang yang akan kembali ke titik awalnya, semua yang dilakukan manusia terbatas pada waktunya, dan waktu tidak bisa di putar balikan, sehingga seringkali membuat kita merasa menysal.
  Oleh karena itu lakukanlah selagi waktunya, karna jika datang akhirnya seringkali kita sebagai manusia berharap kembali kemasa yang sudah lewat, tapi mengapa harus menyesal pada masalau,
sedangkan masa depan di depan mata sering kali kita acuhkan, jika kita tidak bisa memperbaiki masa yang akan datang, jadi untuk semua yg sedang menyesali masalalunya dan berharap untuk bisa mengulangi masa lalu jagan lah terlalu menenggelamkan diri dalam penyesalan, tidak lah salah mengenang masalalu namun yang salah adalah kita yg tidak tau batasan dalam penyesalan,
  Jadikanlah masalalu sebagai kaca diri yang mengetahui semua ke lemahan kita, agar kita tau titik tertinggi kemampuan tertinggi kita dan menjadikannya sebagai senjata terkuat kita dalam menghadapi dunia ini, sehingga kita dapat berdiri leboh atas dari yang lain, janganlah seperti keledai yang bisa jatuh kelubang yang sama.
  Oleh karna itu mari kita bangun masa depan agar saat mengenang masa lalu kita dapan merasa bangga, "LAKUKAN SEKARANG YANG ANDA INGINKAN" karnya bila telah leawat masanya maka merugilah kiata, ingat hidup hanya sekali imbangi antara kesenangan dan kewajiban, layaknya umur kita yang semakin meninggi dan tidak akan merendah, waktu yang kita punya pun dapan terhenti seketika dan berusahalah berhenti di waktu yang terbaik menurut tuhan, karna hanya tuhan yang berhak atas waktu kita.

  Oh iyah sebelunya saya mengoceh terus belum sempat mengenal diri saya, hallo saya muhamad saeful arif dan tujuan saya mebut tulisan ini hanya ingin sharing pengalaman saya tentang saya sendiri yang hampir putus asa akan tuhan yg mengambil ibu ku kembali, jika kita tidak bisa mengambil pemikiran dari sudut pandang lain pastilah saya akan memilih jalan untuk berhenti untuk hidup, namun percayalah ia memberikan ujian sesuai kemampuan kita dan buktikan lah kita adalah orany yang layak untuk di cintai tuhan kita, karna ujian merupakan bantuk kasih sayang nya, penyesala ku hanyalah har sederhana namu menurutku amatlah penting, mengambil rapot ku dengan ibu.


4 komentar: